Selasa, 26 Januari 2010

Ngapain sih pindah?? (1)


Pertanyaan ini yang sering yang sering terlontar kepadaku,,, sejak aQ putuskan pindah dari Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Kartusuro-Sukoharjo ke Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah(AU). Sebelum aQ jawab pertanyaan tadi, boleh yahh aQ cerita dikit-dikit Gimana sih ceritanya kok bisa pindah??.

Bermula saat aQ liburan akhir tahun PPMI Assalaam sebulan lamanya, pada awal liburan, aQ iseng2 lihat data hasil UNAS setingkat SLTP se-Sby tapel 08-09 punya' ayahQ, yang emang waktu itu ayahQ dapat job untuk mengurusi hal itu, Aq lihat di deretan ke 4 di urutan SMP-SMP itu dari yg terbaik rata2nya tentunya (mdh2an g' salah, agak lupa soalx), ada SMP yg bernama "Amanatul Ummah"!! Woow.. nama yang menurutku padat akan makna. Kaget juga, baru ini aku tahu namanya, tapi kok langsung bisa mengukir prestasi sedemikian luar biasanya.. peringkat 4 coba'!! namanya itu juga' yang nambah penasaranQ. Amanah ummat.. wowww

Berangkat dari rasa penasaran, aQ coba cari profilenya di internet. Lama.. hingga terkumpul data tentang unit Madrasah Aliyahnya. Aku terkaget lagi karena MA Amanatul Ummah sudah memiliki program "Madrasah Bertaraf Internasional", tanpa embel2 "Rintisan" di depannya. Padahal sebelum aku pulang liburan akhir tahun, Ustadz MA Assalaam bilang kalau MA Assalaam akan berevolusi menjadi RMBI (Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional), itu pun setelah aq naik ke kelas 5(XI) yang waktu itu aku masih kelas 4(X). Wahhh, tambah penasaran aja nihh,,, sama MBI-AU

Aq ajak ayahq untuk coba bersilaturrahmi lihat-lihat, Gimana sihh MBI-AU itu??? ku tuju sekolah yang beralamatkan di Siwalankerto itu, aQ bertambah kagum karena di MBI itu lulusan pertamanya rata2 dapat beasiswa (saat itu MBI baru meluluskan angkatan pertamannya lho-red). Kok bisa ya?? rupanya para santri di Amanatul Ummah itu benar-benar difasilitasi u/ mendapatkan beasiswa. -Sejalan donk dengan list cita-citaQ.. Kuliah dengan beasiswa penuh!! jd agar g' ngrepotin ortu lg-.

Selasa, 05 Mei 2009


Redam Demam dengan Mentimun


JAKARTA-- Segelas es mentimun serut dicampur sirup atau madu di siang hari sangat cocok sebagai pelepas dahaga. Selain menyegarkan, mentimun juga memiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Kaum wanita banyak yang menggunakannya untuk menjaga kecantikan.

Mentimun (cucumis sativus) atau timun banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk lalapan atau acar. Di balik rasa segarnya timun mengandung 0,65% protein, 0.1% lemak dan karbohidrat sebanyak 2,2%. Juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C.

Irisan timun sering dijumpai pada hidangan ayam bakar, ikan bakar atau sate. Konon timun bisa menetralisir radikal bebas yang dihasilkan dari arang yang memicu terjadinya penyakit kanker. Tidak salah memang karena timun memiliki senyawa saponin yakni senyawa antikarsinogenik yang memiliki aktivitas “melawan” secara langsung pada sel kanker.

Selain itu Glutation yang terdapat dalam timun berfungsi sebagai penangkal efek radikal bebas di dalam tubuh dan Asam Linoleat bersifat antioksidan yang terkandung di dalam biji timun. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengambil manfaat timun.

Saat demam, parutan buah timun yang digunakan untuk mengompres dapat dengan segera menurunkan demam. Mengonsumsi jus timun setiap hati juga baik untuk melancarkan air seni dan juga menurunkan darah tinggi.

Timun ternyata bermanfaat untuk meredakan sariawan atau seriawan. Dengan memakannya setiap hari dalam jumlah cukup banyak, niscaya buah yang memberi rasa dingin di rongga mulut ini mampu meredam rasa panas saat sariawan.

Untuk perawatan kulit dan wajah kaum wanita sering menggunakan timun sebagai masker. Timun sangat cocok digunakan untuk semua jenis kulit. Kandungan airnya mampu menyegarkan kulit wajah. Cara memakainya pun sangat mudah. Letakkan irisan timun pada wajah beberapa saat, lalu gosokkan perlahan-lahan pada seluruh wajah dan leher. Cara itu dipercaya dapat membuat kulit wajah menjadi lebih berseri dan jerawat pun hilang.

Mata yang sering lelah dan mengantuk juga dapat diatasi dengan timun. Tempelkan irisan timun selama 20 menit pada kelopak untuk mengatasi mata yang sering lelah dan mengantuk. (sumber:Republika)

Tak perlu gengsi menekuni hobi kita

Dunia menghadapi krisis global.

Sebanyak 50 juta orang bakal mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun ini. Jumlah pengangguran di Indonesia sudah mencapai 45,2 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,65 juta orang penganggur terdidik.

Data lain mengatakan dari jumlah penganggur terbuka 65,71 persen adalah pengangguran terdidik. Ditambah tiap tahun perguruan tinggi melahirkan wisudawan baru sekitar setengah juga.

Kesempatan kerja kian sempit. Persaingan kerja makin ketat.

Brothers dan Sisters, tak perlu berkecil dan bersedih hati. Mendapatkan pekerjaan bukanlah hal utama dalam hidup ini. Rezeki bisa datang dari pintu mana saja. Tidak selalu berasal dari gaji.

Bila jeli, kita bisa melihat banyak peluang. Dalam menghadapi krisis ekonomi saat ini, yang diperlukan kreativitas dalam menjemput rezeki.

Bisnis dari Hobi

Jangan memandang remeh hobi dan minat pada bidang tertentu. Hobi bisa menjadi sumber penghasilan. Gagasan bisnis bisa berawal dari hobi dan minat. Banyak pengusaha sukses memulai dari hobi.

Dalam ilmu psychology of success, dari 2000 orang sukses yang diteliti, ternyata 80 persen diantaranya, orang yang menyukai apa yang dia lakukan. Faktor menyukai menghadirkan energi sukses yang punya daya dorong luar biasa.

Seperti Bill Gates sewaktu masih muda mempunyai hobi komputer dan melakukannya dengan tekun, sehingga menjadi usaha yang sukses dan terkaya di dunia.

Mooryati Soedibyo, pendiri dan pemilik PT Mustika Ratu memulai usaha dari hobi. Sebagai putri keraton, Mooryati terbiasa meracik jamu dan kosmetika alami.

Kegemaran traveling membawa Ina Damayanti menerjuni bisnis di bidang tour dan travel.

Kini Ina menjadi Direktur PT Fajarayu Erapratama.

Kurniawan Junaedhie tak menyangka hobinya memelihara tanaman hias menjadikannya sebagai jutawan. Kurniawan membuka gerai tanaman hias yang diberi nama Toekang Keboen, dipusatkan di kawasan tanaman hias BSD City, Serpong. Kurniawan meninggalkan profesi wartawan yang sudah ditekuninya selama 30 tahun.

Mulai saat ini, kita perlu menanyakan pada diri sendiri. Bila bidang ilmu yang ditekuni semasa duduk di bangku sekolah dan kuliah kurang menjadi hobi, mungkin kesukaan kita terhadap sesuatu bisa sebagai inspirasi.

Tak perlu gengsi menekuni hobi kita. Misalnya saja, memelihara hewan kesayangan (kucing, ikan hias, marmut, hamster, ayam, burung dll), tanaman hias, koleksi barang antik dan unik (uang kuno, perangko, serangga, daun kering), lanskap, travelling, mendaki gunung, mancing, memasak, membuat kue, menjahit, menulis, membuat pernak-pernik fashion, dan merias.

Bisa juga hobi naik kendaraan (mobil, sepeda motor, sepeda, balap), berbahasa, desain grafis, main internet, bahasa, olahraga dan sebagainya. Mulailah menekuni hobi secara serius.
Lalu matching-kan kompetensi atau hobi tersebut dengan kebutuhan pasar dan peluang industri di masyarakat.

Misalnya kita hobi naik sepeda motor. Kita kuasai seluk beluk sepeda motor. Nah, kita bisa membuka bengkel, jual beli aksesoris, atau modifikasi sepeda motor.

Selain itu, kita terus menambah pengetahuan mengenai hobi. Banyak membaca buku, koran, majalah bisnis dan buku-buku sejenis. Kita membaca trend yang sedang naik daun.

Mengamati kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi. Melihat kesempatan niche-niche (ceruk) terabaikan, dan mencari peluang-peluang untuk meningkatkan nilai produk serta layanan yang telah ada.

Banyak mengobrol dan diskusi dengan orang yang berwawasan luas dan terbiasa menangkap peluang bisnis. Sering bergaul pula dengan orang yang berpengalaman dan ahli di bidang tersebut.

Tak lupa periksa kemudahan untuk masuk dan menerjuni dunia bisnis berbasis hobi tersebut. Maksudnya, memperkirakan alokasi modal, waktu dan tenaga yang dibutuhkan dalam mengelola bisnis, sehingga cukup matang untuk menantang kompetitor yang sudah eksis.

Gencarkan promosi dan publikasi produk kita melalui berbagai cara. Memasarkan via internet bisa menjadi pilihan.


Nah, kalau usaha sudah menampakkan hasil, jangan puas dulu. Tahan diri untuk bersenang-senang dan menikmati. Laba yang diperoleh, diputar lagi untuk mengembangkan bisnis.
Selamat mencoba!.

Bismillahirohmanirrohim,, Untuk mengetes ada - tidaknya bakat menulis pada diriku.(hhaaha,, sadis juga bahasanya) Maka, dengan blog ku coba tulis apa yang menjadi uneg2 yang hanya mengambang di hatiku tuk ku entaskan dan kutuliskan pada blog ini..